Cara Budidaya Sawo Agar Panen Maksimal

cara budidaya sawo maksBagaimana cara budidaya sawo agar panen maksimal? Sawo merupakan buah yang sangat populer di Asia Tenggara. Wilayah ini adalah produsen dan sekaligus konsumen utama buah ini di dunia. Sawo disukai terutama karena rasanya yang manis dan daging buahnya yang lembut. Buah sawo di Indonesia masih jarang di budidayakan padahal buah ini juga memiliki nilai ekonomi yang lumayan tinggi. Peluang bisnis budidaya sawo masih sangat terbuka lebar dan persaingan juga masih sangat sedikit untuk itu siapkan mental untuk budidaya tanaman buah sawo.

 

a. Syarat Tumbuh
Tanaman Buah sawo dapat tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian hingga 900 mdpl, dengan curah hujan sekitar 1.250 mm/tahun hingga 2.500 mm/tahun serta dapat tumbuh pada berbagai suhu tetapi jangan terlalu panas karena dapat merusak pertumbuhan sawo. sawo akan tumbuh dengan baik pada jenis tanah aluvial, berpasir dan tanah lempung dengan pH sekitar 6-7.

 

b. Bibit sawo

Bibit yang tanam biasanya adalah bibit sawo hasil pencangkokan. Berikut adalah cara mencangkok tanaman sawo untuk bibit:

 

Siapkan dahulu alat dan bahan seperti: Serat kelapa atau plastik, tali, pisau, cabang tua yang akan di cangkok dan juga media tanam cangkok berupa tanah yang dicampur dengan pupuk kandang. Setelah itu buatlah 2 irirsan atau keratan melingkar pada cabang yang akan dicangkok, kemudian kupas kulit cabang pada bagian yang di kerat setelah itu hilangkan kambiumnya dengan cara dikerik hingga tampilan cabang kering. Diamkan selama 3-5 hari.

 

 Setelah itu, olesi bidang bekas keratan atau sayatan yang kering dengan zat penumbuh akar, lalu ambil pembungkus cangkok yang bisa terbuat dari plastik atau sabut kelapa lalu ikat pada bagian bawah keratan cabang lalu masukan media tanam dan padatkan, kemudian ikat kembali dengan tali bagian atas keratan cabang dan juga bagian tengah bungkusan cangkok dan buatlah lubang kecil dengan jarum.

 

Bibit cangkok akan berakar setelah berumur sekitar 1,5 hingga 3,5 bulan setelah proses pencangkokan. Setelah berakar potong bibit cangkok tepat dibawah bidang karatan cabang.

 

c. Pendederan Bibit Hasil Cangkok

Untuk tempat pendederan bisa menggunakan polybag berdiameter 15cm-25cm atau disesuaikan dengan ukuran bibit cangkok dan untuk media tanam bisa dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang.

 

Masukkan media tanam dalam polybag hingga setengah bagian. Kemudian tanam bibit cangkok tepat dibagian tengah polybag namun sebelum ditanam pembungkus cangkokan dilepas dan ranting,daun,dahan yang berlebih dipangkas sebagian untuk mengurangi penguapan. Masukan kembali media tanam tapi jangan terlalu penuh sambil padatkan tanah pada bagian pangkal batang.

 

Siram media tanamnya hingga cukup basah lalu simpan bibit pada tempat yang teduh dan lembab . lakukan pemeliharaan terhadap bibit selama sekitar 1 hingga 1,5 bulan agar bibit beradaptasi dan memiliki tunas serta akar yang baru, barulah bibit cangkok dapat dipindahkan ke lahan tanam sesungguhnya.

 

d. Lahan Tanam

Gulma pada lahan tanam di bersihkan dahulu, lalu buatlah lubang tanam dengan jarak antar lubang sekitar 10mx10m untuk lahan datar dan 7mx8m untuk lahan miring, untuk ukuran lubang jika tanah pada lahan gembur maka buatlah lubang dengan ukuran sekitar 60x60x60 cm dan apabila tanah lahan berat lubang dibuat dengan ukuran 100x100x100 cm.

 

Jangan lupa saat membuat lubang tanam tanah galian bawah dan galian atas di pisahkan. Biarkan lubang tanam yang telah jadi selama sekitar 2 minggu. setelah sekitar 2 minggu masukkan tanah galian bagian bawah yang telah dicampur dengan pupuk kandang kedalam lubang. Kemudian biarkan kembali selama 1 hingga 2 minggu.

 

e. Penanaman

Polybag pada bibit dilepaskan dahulu sebelum penanaman, pelepasan polybag tersebut harus hati-hati agar perakaran tidak rusak dan media tanamnya tidak hancur. Masukkan bibit tepat dibagian tengah lubang tanam yang telah disiapkan kemudian timbun dengan tanah bekas galian lalu padatkan.

 

f. Perawatan Tanaman

Pemupukan

Lakukan pemupukan pada 3 fase yaitu fase adaptif (berumur 0-3 tahun),fase vegetatif (berumur 4-7 tahun) dan fase reproduktif(Berumur >15 tahun).

§   Fase Adaptif yaitu saat tanaman berumur sekitar 0-3 tahun lakukan pemupupukan menggunakan pupuk kandang dengan dosis sekitar 5-10 kg/lubang.

§   Fase Vegetatif yaitu saat tanaman berumur 4-7 tahun lakukan pemupukan dengan pupuk urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing masing sekitar 3,5 kg urea, 1,5 kg SP-36 dan 1 kg KCl. Pemupukan dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun.

§   Fase Reproduktif I yaitu saat tanaman berumur 8-14 tahun lakukan pemupukan dengan pupuk urea, SP-36, KCL dan pupukm kandang dengan dosis masing masing sekitar 5 kg urea, 2 kg SP-36, 1,5 kg KCL, dan 5-10 kg pupuk kandang. Pemupukan ini diklakukan 2 kali dalam setahun.

 

Fase Reproduktif II yaitu saat tanama berumur >15 tahun lakukan pemupukan denyan pupuk urea, SP-36,KCl, dan pupuk kandang dengan dosis masing masing 7 kg Urea, 3 Kg SP-36, 2 Kg KCl dan 20-30 kg pupuk kandang. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun.

 

Penyiangan

Lakukan penyiangan terhadap gulma atau tanaman pengganggu lainnya di sekitar tumbuhan sawo. Penyiangan tersebut dilakukan sekitar 1-2 bulan setelah tanam. Lakukan juga penyiangan terhadap tanaman pengganggu seperti benalu jika ada.

 

Penjarangan buah

Lakukanlah penjarangan terhadap buah, agar tanaman dapat menghasilkan buah yang bermutu dan buah memiliki besar yang optimal.

 

Pemangkasan

Lakukan pemangkasan agar tanaman tumbuh dengan baik dan serangan hama dan penyakit dapat berkurang. Saat tanaman telah mencapai ketinggian 100-160 cm, lakukan pemangkasan pertama hingga tigginya menjadi 75-150 cm, setelah setahun tunas yang dipangkas tumbuh maka lakukan pemangkasan kembali hingga tanaman menjadi 25-40 cm. Pemangkasan ini dilakukan pada musim hujan.

 

g. Pemanenan

Tanaman sawo dapat menghasilkan buah ketika usia 3-5 tahun, sedangkan pada penyambungan buah akan dihasilkan setelah tanaman sawo berumur antara 5-6 tahun. Buah sawo pada umumnya matang tidak bersamaan atau serempak sehingga pemanenan perlu dilakukan secara bertahap dengan memilih buah yang benar-benar tua.

Demikian artikel pembahasan tentang Cara Budidaya Sawo Agar Panen Maksimal. Semoga bermanfaat…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s