Budidaya kumis kucing yang kaya akan manfaat

Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu, terbukti dari adanya naskah lama yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya. Seperti kumis kucing.

kumis kucing

Salah satu tanaman yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional adalah tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth). Daun kumis kucing basah maupun kering bermanfaat digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Di Indonesia daun yang kering (simplisia) dipakai sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk, encok, masuk angin dan sembelit.

Di samping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untuk pengobatan radang ginjal, batu ginjal.

Tingginya tingkat penggunaan tanaman kumis kucing sebagai obat tradisional mengacu pada pengembangan metode budidaya dan pengolahan pasca panen tanaman kumis kucing yang dapat memberikan hasil yang optimal, baik dalam kualitas maupun kuantitas.

Di samping masalah budidaya dan pemanenan, kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi tanaman kumis kucing sebagai obat tradisional memicu pengembangan tanaman ini menjadi fitofarmaka.

Untuk mencapai hal ini, perlu dikaji mengenai kejelasan dan kebenaran bahan, yang kemudian didampingi dengan metode pembuatan simplisia yang baik dan memenuhi persyaratan yang berlaku. Dalam bentuk simplisia, perlu dilakukan standarisasi untuk menjaga kualitas dan efikasi bahan obat herbal.

Jika sobat botani masih penasaran dan bingung kemana bisa menjumpai jenis tanaman ini. Gampang aja, kunjungi saja edufarm sentulfresh yang ada di daerah bogor. Disana terdapat jenis tanaman kumis kucing yang sudah semakin langka di daerah kota-kota besar.

Kumis kucing ini mempunyai bentuk yang unik dengan rumbai yang menyerupai kumis berwarna putih. Seperti halnya kumis yang ada di kucing, jumlahnya pun juga tidak banyak alias beberapa helai saja.

Mungkin latar belakang itulah kenapa jenis tanaman ini diberi nama dengan julukan kumis kucing. Seperti halnya tanaman cucak rowo yang bunganya menyerupai burung.

Memang unik-unik ya dunia botani ini sob, makin jatuh cinta deh dengan dunia ini hehe. Masih ragu untuk membudidayakan kumis kucing? Yuklah datang saja ke sentulfresh untuk belajar dan berdiskusi tentang tanaman ini lebih lanjut.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s