Bunga bougenville dan cara membudidayakannya

Bunga bougenville dan cara membudidayakannya
Bunga bougenville dan cara membudidayakannya

Bunga bougenville dan cara membudidayakannyaBougainvillea disebut tanaman bunga kertas karena bentuk seludang bunganya yang tipis dan mempunyai ciri – ciri seperti kertas. Nama Inggris bunga ini adalah Bougainvillea yang diambil dari nama Sir Louis Antoine de Bougainville, seorang prajurit AL Perancis. Antara jenis pokok bunga kertas tersohor ialah Bougainvillea ‘Elizabeth Angus’; Bougainvillea ‘Red’; Bougainvillea Pultonii; Bougainvillea ‘Easter Parade’ dan Bougainvillea ‘Lady Mary Baring’.

Berasal dari Amerika Selatan, tanaman ini sering ditanam di taman dan kawasan perumahan. Pada waktu tanaman ini berbunga, tanaman ini mempunyai kebiasaan merontokkan beberapa daunnya. Bentuknya adalah pohon kecil yang sukar tumbuh tegak. (Seludang bunga ( atau spatha) merupakan daun pelindung, yang seringkali berukuran besar, yang menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum mekar. Seludang bunga dapat dijumpai pada struktur generatif (“bunga”) tumbuhan anggota suku aren-arenan (Arecaceae dan suku talas-talasan (Araceae). Seludang bunga sebenarnya merupakan suatu bentuk khusus dari daun pelindung (bractea)).

Bunga kertas atau yang memiliki nama lain bunga bougenville ini sebenarnya dapat tumbuh hampir dimana saja. Dari dataran rendah hingga dataran tinggi, yang berbeda hanya soal perawatannya saja. Jadi sangat mudah sekali untuk menanam bunga kertas ini. Dikarenakan sangat mudah maka kita akan sedikit mengulas tentang Bunga bougenville dan cara membudidayakannya

Bagi teman-teman yang ingin menanam bunga kertas atau bunga bougenville, berikut ada beberapa cara membudidayakannya :

Bunga bougenville dan cara membudidayakannya
Bunga bougenville dan cara membudidayakannya
  1. Pembenihan
    Yang pertaman kali harus dilakukan untuk memulai budidaya bunga kertas adalah mempersiapkan benihnya. Benih bunga kertas yang baik bisa didapat dari indukan yang memiliki kualitas yang baik pula. Sebaiknya pilih indukan yang sudah tua kemudian potong bunganya dan jemur ke tempat yang panas. Selanjutnya pisahkan biji dari bunga untuk dijadikan benih.
    Setelah biji benar-benar kering sempurna langsung bisa masuk ke tahap penyemaian. Penyemaian dilakukan melalui media yang terbuat dari campuran tanah, kompos dan pasir. Semai benih pada media selama 3 sampai 7 hari sampai benih tumbuh dan memiliki daun.
  2. Penanaman
    Setelah benih disemai dan tumbuh menjadi bibit bunga kertas, bisa dipindah ke media tanam yang lebih luas. Bisa digunakan media tanam individu seperti pot, atau bisa juga langsung ditanam ke pekarangan.
    Yang perlu diperhatikan adalah pada saat pemindahan bibit. Lakukan dengan hati-hati jangan sampai merusak akar yang menempel pada bibit, karena akan merusak dan mengganggu pertumbuhan bunga. Media tanam bunga kertas bisa dibuat dari campuran tanah, pupuk, kompos, dan pasir dengan perbandingan 1 banding 1 banding 1, alias sama rata.
  3. Perawatan
    Setelah selesai ditanam, yang selanjutnya harus dilakukan adalah perawatan. Sama seperti tanaman lain, bunga kertas juga memerlukan asupan air yang cukup. Oleh itu lakukan penyiraman secara rutin setiap hari saat pagi dan sore hari. Beri pupuk setiap 2 minggu sekali, dan jangan lupa potong tangkai yang mati dan mengganggu.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s