Kiat Pakai Pupuk Daun

Pupuk daun dapat diaplikasikan pada banyak tanaman seperti buah delima, jeruk anggrek dan jenis bunga lainya serta bermacam-macam tanaman lain. Banyak pekebun di Indonesia yang menyukai pupuk daun buatan luar negeri yag lebih stabil atau pupuk daun buatan dalam nengeri buatan produsen terpercaya. Namun, pemakaian pupuk daun di Indonesia banyak menemui banyak persoalan. Apalagi bila komposisi hara di pupuk daun labil seperti yang dikeluhkan oleh para pekebun di Indonesia.

aplikasi pupuk daun
pengaplikasian pupuk daun pada tanaman

Menurut Herman Suriatno, praktikus pupuk di Jakarta, persoalan di atas dapat diatasi dengan 2 prinsip, pupuk daun diberikan encer dan saring. Tetapkan angka EC meter larutan pad angka 2 mS. EC meter adalah alat untuk mengukur penghantaran listrik, lazimnya disebut elektrokonduktivitas. Semakin tinggi angka EC, maka knsentrasi kation dan anion semakin tinggi. Bila EC kurang dari 1, konsentrasi tak cukup. Sebaliknya, bila EC terlalu tinggi konsentrasi sangat pekat. Hal tersebut dapat menyebabkan daun hangus akibat plasmolisis.

Di Belanda pemberian pupuk daun pada anggrek sangat intensif. Sehari 3-4 kali pada musim dingin dan 5-6 kali pada musim panas. Bandingkan dengan di Indonesia, pupuk daun hanya disemprot seminggu sekali. Dengan iklim di Indonesia, disarankan penggunaan pupuk daun pada anggrek 2 kali sehari.

penyemprotan2

Hal lain yang tak kalah penting adalah jangkauan. Lazimnya, pekebun kita menyemprotkan 1.000 l untuk 1 ha. Hal tersebut perlu ditingkatkan menjadi 2 kali lipat, yaitu 1 ha membutuhkan 2.000 l.

Itulah kiat umum menggunakan pupuk daun. Namun, jika pemakaian pupuk daun belum juga optimal, coba lihat lagi ke belakang. Perhatikan jenis pupuk yang dipakai. Pupuk daun ada 2, dengan kandungan nitrogen tinggi atai berimbang untuk penyuburan. Yang lain, pupuk dengan kandungan fosfor tinggi untuk pembungaan dan pembuahan. Bila salah pilih maka hasil yang dituju tidak akan tercapai.

penyemprotan    pupuk daun

Terdapat patokan umum yang dikenal untuk menggunakan pupuk daun. Pada saat baru tanam, berikan pupuk daun berkadar fosfor tinggi. Tujuannya untuk merangsang tanaman memunculkan akar. Saat remaja, gunakan pupuk berkadar nitrogen tinggi, tetapi fosfor dan kalium rendah. Menjelang berbunga semprot pupuk N rendah, tapi berkadar P dan K tinggi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s